Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan status Gunung Soputan di Sulawesi Utara dari Siaga menjadi Waspada atau level II.
“Berdasarkan hasil analis pemantauan secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik Gunung Soputan menunjukkan penurunan aktivitas yang signifikan baik frekuensi maupun intensitas gempa vulaknik, guguran, dan letusan. Oleh karena itu status Gunung Soputan diturunkan dari Siaga (level III) menjadi Waspada (Level II). Terhitung mulai tanggal 19 Juli pukul 22.00 Wita,” tulis Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima okezone, Kamis (21/7/2011).
Dia melanjutkan, jika terjadi perubahan atau peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikkan sesuai dengan tingkat ancamannya.
“Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Soputan serta pemahaman akan aktivitas harus tetap dilakukan secara intensif melalui kegiatan sosialisasi tentang ancaman bahaya letusan Gunung Soputan,” sambungnya.
Gunung Soputan meletus pada Minggu 3 Juli lalu. Abu vulkanik menutupi seluruh Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, dan daerah lainnya. Letusan Gunung Soputan sempat memuntahkan awan hitam hingga ketinggian 5.000 meter.
Abu vulkanik juga dirasakan warga Bolaang Mongondow (Bolman) yang berjarak sekira 200 kilometer dan Kabupaten Minahasa Selatan.
Abu vulkanik sempat membuat jalan lumpuh. Bandara Sam Ratulangi juga sempat ditutup selama beberapa jam.
(ton)
